WELCOME TO MY SIMPLE BLOG...

03 Maret 2012

Ini yang bisa kita lakukan di UN 2012 ini...



Ujian Nasional telah di depan mata. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap guru dan kepala sekolah, agar anak didiknya dapat berhasil lulus 100 %. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan pelaksanaan Ujian Nasional, akan tetapi pemerintah tetap bersikeras untuk mengadakan perhelatan tahunan akademis ini. Oleh sebab itu mau tidak mau sebagai penyelenggara pendidikan, sekolah harus mempersiapkan diri secara matang dan melakukan pembekalan secara berkala kepada anak didiknya. Ada yang menempuh jalan elegan dengan memberikan porsi latihan soal berstandart UN, namun adapula yang menempuh cara-cara tidak patut seperti membeli kunci jawaban di bimbingan belajar. Semua cara tersebut ditempuh hanya demi sebuah predikat LULUS.

Akan tetapi bagi guru-guru yang memilki pengalaman segudang, menghadapi UN bukanlah sesuatu yang menakutkan, menurut seorang teman yang merupakan guru berpengalaman, ada trik-trik khusus yang dapat dilakukan agar anak didik dapat menyelesaikan soal UN dengan baik, sehingga dapat berhasil tanpa harus menempuh cara sesat.

Adapun trik-trik tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Menumbuhkan rasa percaya diri siswa, hal ini penting sebab UN bagi sebagian siswa adalah hal yang sangat menyeramkan sehingga banyak siswa yang stres sebelum waktunya. Dengan bekal rasa percaya diri, maka siswa diharapkan akan memiliki mental yang kuat untuk menghadapi soal-soal UN, sehingga ia dapat berfikir dengan jernih untuk menyelesaikan soal-soal Un tersebut.

  2. Belajar mensiasati soal. Berdasarkan pengalaman, bentuk soal UN dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan. Oleh sebab itu siswa diberikan sebuah cara khusus untuk memecahkan soal-soal sejenis yang kemungkinan akan keluar pada UN tahun ini. Hal ini diperlukan kecerdikan guru terutama guru Matematika untuk mengkelompokkan soal sesuai dengan bentuknya.
  3. Melakukan pendalaman materi dengan agenda pembahasan SKL sekaligus latihan soal. Sebenarnya pemerintah telah memberikan kepada sekolah bekal yang disebut SKL (Standart Kelulusan). Dimana nantinya soal Un tidak akan keluar dari bingkai SKL itu.
  4. Menghafalkan bentuk-bentuk soal. Cara ini merupakan cara pamungkas jika ternyata siswa belum juga menguasai materi.
  5. Berdoa dan tawakkal kepada Allah. Aspek rohani tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab dengan kekuatan doa apapun bisa terjadi. Fakta telah membuktikan banyak anak yang LULUS padahal dia bukanlah tergolong siswa yang istimewa di kelas
  6. Banyak bersedekah, sebab soal UN adalah multiple choise sehingga siapa tahu dengan banyak sedekah tangan para siswa tersebut dituntun oleh Allah pada jawaban yang benar.

Semoga Allah memberikan kemudahan bagi anak-anak bangsa ini dalam menempuh UN. amiin

SELAMAT BERJUANG...!!!!!

SKL BAHASA INGGRIS SMA UN 2012

NO KOMPETENSI

INDIKATOR

1. LISTENING (Mendengarkan)Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal, maupun informal, dalam bentuk teks fungsional pendek, recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, explanation, discussion, dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari. Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/ informasi rinci dari sebuah percakapan interpersonal/transaksional secara formal atau informal.
Menentukan respon yang tepat terhadap percakapan transaksional/interpersonal secara formal atau informal.
Menentukan gambar yang tepat sesuai dengan informasi yang ada di dalam percakapan interpersonal/transaksional secara formal atau informal.
Menentukan gambar yang sesuai dengan teks monolog yang diperdengarkan.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat atau informasi rinci dari sebuah teks monolog yang diperdengarkan.

2.

READING (Membaca)Memahami makna dalam wacana tertulis secara formal maupun informal dalam bentuk teks fungsional pendek, recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, explanation, discussion, dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari. Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi rinci/ informasi tersirat atau makna kata/frasa/kalimat dari teks tertulis fungsional pendek berbentuk message.
Menentukan gambaran umum/informasi rinci/informasi tersirat/informasi tertentu atau makna kata/frasa/kalimat atau pikiran utama paragraf/rujukan kata/tujuan komunikatif dari teks tertulis fungsional pendek berbentuk letter/e-mail.
Menentukan informasi tertentu/gambaran umum/informasi rinci/informasi tersirat/rujukan kata atau makna kata/frasa dari teks tertulis fungsional pendek berbentuk advertisement/brochure.
Menentukan informasi tertentu/informasi rinci/pikiran utama paragraf/pesan moral/gambaran umum/ informasi tersirat/rujukan kata atau makna kata/frasa/kalimat dari teks tertulis berbentuk narrative.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/rujukan kata/informasi rinci/informasi tersirat atau makna kata/frasa/kalimat atau tujuan komunikatif/pikiran utama paragraf dari teks tertulis berbentuk news item.
Menentukan informasi tertentu/pikiran utama paragraf atau makna kata/frasa/kalimat atau informasi rinci/gambaran umum/tujuan komunikatif/informasi tersirat/ rujukan kata dari teks tertulis berbentuk recount.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu atau makna kata/frasa/kalimat atau rujukan kata/informasi tersirat/ informasi rinci dari teks fungsional pendek berbentuk announcement.
Menentukan gambaran umum/tujuan komunikatif/informasi tertentu/pikiran utama paragraf/informasi tersirat atau makna kata/frasa/kalimat atau rujukan kata/informasi rinci dari teks tertulis berbentuk report.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi rinci/ rujukan kata/informasi tersirat atau makna kata/frasa/kalimat atau tujuan komunikatif/ pikiran utama paragraf dari teks tertulis berbentuk descriptive.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat/ informasi rinci/ tujuan komunikatif atau makna kata/frasa/kalimat atau rujukan kata/ pikiran utama paragraf dari teks tertulis berbentuk explanation.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat/ informasi rinci/pikiran utama paragraf atau makna kata/frasa/kalimat atau rujukan kata/tujuan komunikatif dari teks tertulis berbentuk exposition.
Menentukan gambaran umum/pikiran utama paragraf/ informasi tersirat/informasi tertentu/tujuan komunikatif/informasi rinci atau makna kata/frasa/kalimat atau rujukan kata dari teks tertulis berbentuk discussion.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat/informasi rinci/tujuan komunikatif atau makna kata/frasa/kalimat atau rujukan kata/ pikiran utama paragraf dari teks tertulis berbentuk review.

3

WRITING (Menulis)Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, discussion dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari. Menyusun beberapa kalimat secara acak menjadi sebuah teks berbentuk recount/procedure/narrative/descriptive.
Melengkapi 3 rumpang pada teks pendek berbentuk narrative/ procedure/recount/descriptive/report dengan kosa kata/frasa yang sesuai.

08 Desember 2010

My childhood


THE POWER OF CHILDHOOD MEMORIES

Nothing is more powerful than the memories created by a child's experiences. The child's memories fashion the adult's life. Every day of adult life is touched by the memories of childhood experiences.

Our greatest adult fears were created by childhood memories. Our greatest adult anxieties were produced by childhood memories. Our most negative adult views of ourselves are the product of childhood memories.

Our most important adult goals have their roots in childhood memories. Our most powerful adult drives have their roots in childhood memories. Our adult attitudes, adult perspectives, adult expectations, and adult view of life are all powerfully influenced by our childhood experiences and memories.